Powered By Blogger

Rabu, 13 Januari 2010

Perbedaan GENERALIS,SPESIALIS,DAN,VERSALITAS

Generalis :

Generalis adalah orang yang tidak mendalami bidang khusus atau tidak mendapatkan pembinaan khusus. Generalis ini bisa lahir dari sekolah atau pengalaman. Orang generalis mengetahui sedikit hal tentang banyak hal. Lazimnya, generalis itu terkait dengan keahlian administratif dan manajemen (managing).
Manusia tipe ini adalah manusia yang serba bisa. Manusia ini bisa mengerjakan pekerjaan mulai dari mencuci piring, menjahit baju, memasak, menulis, memperbaiki mesin, programming, bahkan bermain piano. Masalah terbesar dari manusia serba bisa ini adalah tidak memiliki skill yang spesifik. Tidak bisa menjadi spesialis. Mudah bosan, dan jarang menuntaskan kegiatan pembelajarannya.
Kompetensi umum yang perlu dimiliki oleh orang generalis adalah managing things or people (resources). Yang termasuk ke dalam “things” di sini adalah informasi dan pekerjaan. Seorang generalis biasanya dituntut untuk mendapatkan informasi yang lebih cepat, mensinergikan informasi, dan mengolah informasi menjadi pekerjaan. Tuntutan lainnya adalah, perlu mengetahui seluk beluk wilayah operasi pekerjaan dan detil kongkrit operasional pekerjaan itu. Meskipun tidak ahli, tetapi butuh pengetahuan yang akurat untuk membuat keputusan. Sedangkan yang termasuk ke dalam cakupan ”people” di sini antara lain: tentang bekerjasama, dinamika kelompok, kepemimpinan, dinamika interaksi, komunikasi atau interpersonal skill.
Mengapa ada manusia tipe generalis? Ada yang mengatakan bahwa alasannya adalah untuk menyiasati keadaan yang terus berkembang dan permintaan ”pasar”. Ada lagi yang mengatakan, alasannya adalah untuk memudahkan fokus pengembangan diri. Kalau kita merasa lebih pas sebagai generalis, maka pusat perhatian kita adalah orang dan pekerjaan.
Sebagian besar orang yang baru memulai berkarir, mereka dituntut untuk menjadi orang generalis, terlepas apapun keahliannya dan latar belakang pendidikannya. Sistem pendidikan kita pun menerapkan cara ini. Dari mulai SD sampai SMA, kita dikondisikan untuk menjadi orang generalis. Kita belajar agama, matematika, komputer, bahasa, dan lain-lain.
Salah satu tokoh hebat dalam sejarah yang merupakan seorang generalis sejati adalah Leonardo da Vinci.

Versatilis :

Menurut The Gartner Group, konsultan teknologi terkemuka di Amerika (2006), secara harfiah versatilis berarti orang yang serba bisa. Sementara dalam istilah IT (Information Technology), “IT versatilist” adalah orang-orang yang memiliki pengalaman, kemampuan menjalankan berbagai tugas yang beragam dan multidisiplin (versatile), dimana semua itu untuk menciptakan suatu pengetahuan (baru), kompetensi dan keterkaitan (context) yang kaya dan padu guna mendorong peningkatan nilai bisnis.
Sifat sang versatilis adalah fleksibel terhadap teknologi, orientasi utamanya adalah untuk memberikan solusi sesuai requirement (kebutuhan) yang diminta oleh sang customer. Versatilis bukan seorang generalis yang mengenal semua bidang dan teknologi tapi hanya kulitnya (dangkal). Versatilis juga bukan spesialis yang hanya mengerti cakupan bidang yang sempit, meskipun dalam. Versatilis adalah seorang spesialis yang berpikir lebih luas, berwawasan, matang, penuh perhitungan, mengerti tentang bisnis, orientasi kerja untuk memberi solusi, mampu bekerjasama (membangun networking) dengan semua orang, dan yang pasti tidak mengkotakkan dirinya pada sebuah teknologi, tool atau platform.
Para versatilis menerapkan kedalaman keahlian pada lingkup dan pengalaman yang lebih luas, mendapatkan inovasi baru, tak henti-hentinya membangun jejaring sosial, dan selalu memberikan komitmen emas “bring you to be more competitive” terhadap relasi atau pelanggannya. Versatilis mampu mengkombinasikan kompetensi dan keahlian teknis, dengan pengalaman bisnis dan kemampuan memberikan solusi komprehensif.
Namun, Versatilis tidak bisa terlahir secara tiba-tiba, tapi harus melalui tahapan dan pengalaman matang menjadi seorang spesialis terlebih dahulu.
Apa itu speasialis? Menurut penjelasan Peter F. Drucker (1995), spesialis itu adalah orang yang mendalami bidang tertentu. Umumnya, spesialis itu adalah orang yang di-training khusus atau memasuki pendidikan khusus untuk bidang yang khusus. Ada juga spesialis yang melalui proses non-formal, misalnya saja melalui pengalaman atau kreativitas diri (self-creativity). Orang spesialis mengetahui banyak hal tentang sedikit hal. Lazimnya, spesialis ini terkait dengan keahlian teknik atau profesional.
Dengan modal pengalaman, skill, kompetensi, dan sertifikasi spesialis, semua orang dapat menjadi seorang versatilis.


Spesialis :

Menurut Peter F. Drucker (1995), spesialis adalah orang yang mendalami bidang tertentu. Umumnya, spesialis itu adalah orang yang di-training khusus atau memasuki pendidikan khusus untuk bidang yang khusus. Ada juga spesialis yang melalui proses non-formal, misalnya saja melalui pengalaman atau kreativitas diri (self-creativity). Orang spesialis mengetahui banyak hal tentang sedikit hal. Lazimnya, spesialis ini terkait dengan keahlian teknik atau profesional.

Kesimpulan :

Jadi perbedaan antara Generalis,Spesialis,Versalitas adalah kompetensi yang terkandung di dalamnya.

Seorang generalis adalah manusia serba bisa yang menguasai banyak hal,namun yang mereka kuasai hanya sebatas "kulitnya" atau pengetahuan secara umum saja. Begitu halnya dengan spesialis,yang menguasai banMiringyak hal lebih dalam tentang sedikit hal. Sementara versalitas juga manusia serba bisa juga,namun pengetahuan mereka lebih dalam dan spesifik diantara Generalis dan Spesialis. Seorang versalitas adalah seorang spesialis yang bertranformasi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Dengan modal pengalaman,skill,kompetensi,dan,sertifikasi,spesialis,semua orang bisa menjadi seorang yang Versalitas

Kalau ditanya,jika saya menjadi seorang sarjana tehnik saya memilih sebagai apa?saya akan menjawab :

Kalau nantinya saya menjadi seorang sarjana tehnik mungkin saya akan memilih menjadi seorang yang Versalitas,karena menjadi seorang yang Versalitas menjadikan kita mempunyai banyak informasi bahkan banyak kemampuan dan keahlian yang lebih spesifik. Dan menjadi seorang Versalitas tidak hanya mengetahui sesuatu hanya kulitnya saja atau dasarnya saja namun menjadi seorang yang Versalitas dapat mengetahui bermacam-macam hal yang lebih mendalam dan detail.

joko widiyanto [joko pendek mustika step]


Sumber : Ikatan Mahasiswa Tehnik Industri Yogyakarta

Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar